MIRIS! KASUS KDRT DAN BULLYING DI LAMPUNG MAKIN MENINGKAT

lampungviral.id, Bandar Lampung – Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan perundungan pada anak semakin meningkat di Lampung, dan hingga November 2023, tercatat 13 kasus kekerasan dalam rumah tangga danperundungan pada anak.

Apriliandi, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) atau Lembaga Perlindungan Anak (LPA), mengatakan kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak umumnya disebabkan oleh perceraian orang tua, faktor ekonomi, dan kurangnya pemahaman terhadap anak.

“Penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga utamanya karena perceraian kedua orang tua, faktor ekonomi dan pemahaman yang lemah terhadap pola asuh anak di rumah,” katanya.

Menurut Apriliandi, anak-anak tak boleh mendapatkan kekerasan dalam proses perkembangan di rumah. Baik kekerasan verbal, maupun fisik.

“Anak tidak boleh didik dengan kekerasan baik verbal maupun kekerasan fisik karena akan menganggu tumbuh kembang anak khususnya secara psikis,” ungkapnya.

Kemudian dalam kasus bullying pun per tahun lalu terdapat sebanyak 4 kasus dan pada tahun ini meningkat menjadi 5 kasus per tanggal (30/11) atau per bulan sampai hari ini (4/12) sudah terdapat 2 kasus terbaru.

“Kami mencatat pada tahun lalu terdapat pelaporan kasus bullying di sekolah sebanyak 4 kasus, dan pada tahun ini meningkat menjadi 5 kasus per 30 November 2023, atau per bulan ini sampai dengan hari ini (4/12) sudah masuk lagi 2 kasus terbaru, yakni di salah satu SMA IT di Bandar Lampung dan salah satu sekolah TK swasta di Bandar Lampung. Sehingga kasus sudah ada 7 kasus yang kami tangani,” jelasnya.

Sebelumnya guna mencegah kekerasan terhadap anak, Ketua LPA mengatakan, pada Juli 2022 pihaknya telah melakukan edukasi dan sosialisasi di sekolah negeri maupun swasta dari tingkat SD sampai dengan SMA di Bandar Lampung.

“Guna mencegah kekerasan terhadap anak sejak tahun 2022 lalu tepatnya pada 23 Juli 2022 kami telah melakukan kunjungan edukasi dan sosialisasi tentang hak-hak anak, pencegahan kekerasan fisik dan seksual pada anak, bullying dan bahaya narkoba pada anak di sekolah negeri dan swasta dari Tingkatan SD, SMP dan SMA di Kota Bandar Lampung,” katanya.

Ketua LPA Apriliandi juga menerangkan, saat ini telah dikeluarkan ketetapan Kepmenristekbud No. 46 Tahun 2023 tentang pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), dengan harapan membuat lingkungan sekolah aman dan nyaman.

“Saat ini juga sudah lahir Kepmenristekbud No. 46 tahun 2023 yang isinya tentang pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Diharapkan dengan terbentuknya TPPK ini akan membuat lingkungan sekolah inklusif, menghargai perbedaan dalam keberangaman (kebhinekaan), aman dan nyaman bagi semua pihak,” jelasnya.

Apriliandi juga menambahkan pelaku yang melakukan kasus KDRT dan Bullying pada anak bervariasi mulai anak dengan anak maupun anak dengan orang dewasa.

“Bervariasi, antara anak dengan anak disekolah, anak dengan tenaga pengajar, anak dengan orangtua pelaku bullying yang tidak terima,” tambahnya.

Dalam mengahadapi kasus seperti ini, Apriliandi mengatakan, jika terdapat keugian atas luka fisik yang merugikan secara psikis maupun materil maka akan dilakukan proses hukum agar kejadian tersebut tidak terulang.

“Jika terdapat kerugian atas luka fisik yang merugikan kesehatan korban, psikis korban, atau materil lainnya maka proses hukum berupa pelaporan ke pihak yang berwajib oleh keluarga korban yang tidak puas, demi untuk keadilan maka proses ini akan kami samping dalam bentuk advokasi hukum sampai dengan persidangan serta ketetapan pengadilan agar semua pihak mendapatkan keadilan yang pantas dan utamanya anak terlindungi serta kejadian seperti itu tidak berulang terjadi,” tutupnya.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *