POLSEK TANJUNG BINTANG AMANKAN PELAKU REDIVIS CURANMOR ASAL LAMPUNG TIMUR

lampungviral.id, Lampung Selatan – Seorang residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Ahmad Solihin (28) warga asal Lampung Timur ditembak anggota reskrim Polsek Tanjung Bintang, Lampung Selatan, saat membawa kabur lari motor hasil curiannya.

Kapolsek Tanjung Bintang, Kompol Martono mengatakan anggotanya menangkap residivis pelaku curanmor saat menggelar patroli hunting mencegah terjadinya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal dengan kejahatan C3.

“TKP di Jalan Raya Ir Sutami, Desa Wonodadi. Saat itu tim kami melihat ada dua orang pengendara sepeda motor melaju kendaraannya dari arah Bandar Lampung menuju Lampung Timur saat akan dihentikan oleh petugas pengendara tersebut menerobos anggota reskrim,” ujarnya, Senin, 4 Desember 2023.

Saat itu, anggota langsung melakukan pengejaran terhadap pengendara motor yang menerobos dan kabur dari hadangan petugas. “Petugas sempat memberikan peringatan tembakan keudara sebanyak 3 kali, lalu pengendara motor tersebut turun dari motor dan kabur kearah perkebunan karet PTPN 7 Bergen,” ujarnya.

Saat petugas berusaha mengejar keduanya, salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api jenis pistol. Hal itu membuat petugas dalam posisi bahaya dan segera melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak betis kaki kanan pelaku hingga terjatuh.

“Anggota langsung menangkap pelaku dan membawa ke Puskesmas Tanjung Bintang untuk penanganan medis,” ujarnya.

Menurutnya, saat dimintai keterangan, Ahmad Solihin (28) dan rekannya baru saja mekakukan pencurian sepeda motor Honda Beat Nopol BE 2699 AFB pada Minggu, 3 Desember 2023 sekira pukul 12.30 WIB di daerah Sukarame Bandar Lampung.

“Tersangka asal Gunung Sugih Dusun 1 Kecamatan Sekampung Udik Lampung timur dan rekannya berinisial H berhasil kabur dan ditetapkan sebagai DPO”, ujarnya.

Dirinya menambahkan, selain tersangka polisi juga mengamankan barang bukti kejahatan diantaranya sepeda motor honda beat warna merah hitam nopol BE 2699 AFB, 4 kunci leter T, pistol rakitan jenis colt 38 warna silver, 3 butir amunisi pistol, dan 1 handphone merek vivo warna biru.

“Tersangka membawa senpi dijerat menggunakan pasal 1 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dan terancam pidana penjara maksimal 20 tahun penjara,” ujarnya.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *