MUSA AHMAD HIMBAU MASYARAKAT KHUSUSNYA WARGA SEPUTIH SURABAYA BEHATI-HATI DENGAN PEREDARAN UANG PALSU

lampungviral.id, Lampung Tengah – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengimbau warga khususnya di wilayah Kecamatan Seputih Surabaya dan sekitarnya untuk berhati-hati terhadap beredarnya uang palsu di lingkungannya.

Pasalnya, dalam tiga bulan terakhir sejak akhir Agustus hingga awal Desember 2023, anggota Polsek Seputih Surabaya menyita uang palsu senilai lebih dari Rp 93 juta, berdasarkan data yang dihimpun Distribusi oleh pelaku kejahatan ini.

“Masyarakat dan pedagang UMKM harus berhati-hati, juga harus tahu dan bisa membedakan antara uang palsu dan uang asli,” kata Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad, Minggu, 3 Desember 2023.

Ia juga meminta kepada para aparat penegak hukum untuk terus bergerak dalam melakukan penumpasan dan pemberantasan uang palsu yang dapat merugikan masyarakat. “Kami berharap penegak hukum dapat terus bergerak dalam hal ini (pemberantasan peredaran uang palsu),” imbuhnya.

Tercatat pada 25 Agustus 2023, Polsek Seputih Surabaya mengamankan uang palsu siap edar sebanyak Rp88,2 juta dari tangan pelaku BR (43) warga Kampung Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah. Selain menyita uang palsu siap edar, petugas juga turut mengamankan uang palsu yang belum rampung diproduksi Rp32,6 juta lebih dengan pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp20 ribu.

Pelaku berulang kali menggunakan uang palsu untuk transaksi jual beli menggunakan pecahan Rp. 50.000 kepada pedagang keliling dan pedagang kaki lima. Beberapa warga sekitar yang terkena dampak juga melaporkan beredarnya uang palsu. Peredaran uang palsu semakin meningkat di Lampung Tengah.

Pada 27 November 2023, Polsek Seputih Surabaya kembali menangkap dua orang yang kembali mengedarkan uang palsu.

Kejahatan tersebut dilakukan oleh dua pemuda berinisial MSD (26) dan MW (23) asal Desa Bina Kariya Buana, Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah. Keduanya merupakan produsen sekaligus penjual uang palsu.

BI merekomendasikan tiga metode untuk memverifikasi keaslian mata uang Rupiah: dilihat, diraba, dan diterawang. Metode ini disebut juga 3D.

Dilihat

Untuk memeriksa uang asli atau palsu, maka bisa dengan memastikan warna uang tampak terang dan jelas.

Terdapat benang pengaman dan logo BI yang dapat berubah warna bila dilihat dari sudut pandang berbeda dengan cara digerakkan ke atas, bawah, atau samping. Lihatlah keberadaan benang tersebut dengan seksama.

Kemudian, terdapat tulisan BI yang tersembunyi dapat dilihat pada sudut pandang tertentu. Oleh karena itu perlu memposisikan sudut pandang kita untuk mencari ciri kasat mata ini. Caranya bisa dengan membolak-balikkan uang dengan perlahan.

Selain itu, akan tertera cetakan berupa garis-garis lurus dalam bidang tertentu yang akan menimbulkan efek warna pelangi apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.

Diraba

Metode selanjutnya untuk mengetahui keaslian uang Rupiah adalah dengan meraba permukaan uang kertas di bagian angka nominal, huruf terbilang, gambar utama, dan lambang negara burung Garuda.

Bagian-bagian tersebut akan terasa kasar bila diraba. Ada pula kode tertentu untuk mengenali jenis pencahan bagi tuna netra yang akan terasa kasar bila diraba.

Diterawang

Saat diterawang uang Rupiah asli akan menampilkan tanda air atau watermark gambar pahlawan dan gambar saling isi yang berbentuk logo BI.

Selain itu akan terdapat tulisan yang berukuran sangat kecil yang dapat dibaca dengan bentuk kaca pembesar. Ada juga metode lain yang membuktikan cetakan yang tidak kasat mata pada uang. Caranya dengan meletakan uang kertas diatas sinar UV. Di bawah sinar UV, cetakan kasat mata serta nomor seri uang akan memender di bawas sinar UV.

 

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *