IBU HAMIL DI LAMPUNG BARAT TERPAKSA JALAN KAKI KARENA AMBULANS TERJEBAK JALAN RUSAK

lampungviral.id, Lampung Barat – Seorang ibu hamil asal Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat bernama Fauziah terpaksa berjalan kaki untuk menuju puskesmas.

Kondisi jalan yang tak memungkinkan membuat ambulans milik Pekon Ringin Jaya yang ditumpanginya tak kuat menanjak.

Kejadian itu sempat diabadikan oleh seorang warga.

Video berdurasi 1 menit 31 detik itu menunjukkan sebuah mobil ambulans terjebak di jalan becek dan menanjak di di Bukit Harapan.

Tak jauh dari ambulans tersebut, terdapat empat orang yang sedang menuntun ibu hamil berjalan untuk menuju Puskesmas BNS.

Kerabat wanita hamil itu pun menyampaikan keluhannya terkait kondisi jalan rusak tersebut.

“Minta tolong Pak Bupati, Pak Gubernur, lihat yang mau lahiran susah. Lihat jalan kami ini loh Pak,” ucapnya.

Melihat peristiwa itu, anggota DPRD Lampung Barat Sugeng Hari Kinaryo Adi mengaku sangat prihatin.

Dia mengatakan, ruas jalan tersebut memang salah satu titik yang selalu diusulkan untuk perbaikan.

“Pada waktu musrenbang saya sudah membacakan pos-pos yang ingin dibangun. Salah satunya ruas jalan Suoh Ringin Jaya itu,” kata dia, Rabu (29/11/2023).

“Saya meminta pembangunan itu dialokasikan di tanah merah Bukit Harapan arah Pekon Ringin Jaya itu,” sambungnya.

Namun, ia kecewa lantaran anggarannya digunakan untuk perbaikan jalan lain.

“Sehingga tahun ini tidak bisa dibangun lagi dengan kondisi yang seperti itu. Itu jalan untuk anak sekolah, masyarakat. Terus kalo udah hujan bisa dilihat dalam video itu gimana kondisinya,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lampung Barat Robert Putra menampik disebut anggaran pembangunan ruas jalan tersebut dialokasikan di jalan lain.

“Kalau di situ setiap tahun itu dapat. Tahun ini pun dapat dan sudah terlaksana. Jadi memang kan di Ringin Jaya itu panjang,” sebutnya.

Robert menjelaskan, karena ruas jalan yang panjang, pembangunan yang dilakukan juga harus secara bertahap.

“Contohnya kalau kita punya ruas 4 km, mau titik segmen penanganannya di mana masih dalam segmen penanganan tersebut,” jelasnya.

“Kecuali nomenklaturnya di Ringin Jaya tapi dipasang di Kembahang, itu baru dialihkan. Kalau masih di titik itu enggaklah, hanya saja dilihat mana yang lebih prioritas,” terusnya.

Menurutnya, ruas jalan di Ringin Jaya memang salah satu titik pembangunan yang menjadi prioritas dan berkelanjutan untuk Kecamatan BNS.

“Jadi selalu kami usulkan. Kami hanya mengusul dan terus mendorong. Tapi tetap harus melihat kemampuan keuangan daerah,” imbuhnya.

“Kalau selalu diusulkan pada musrenbang itu betul. Ringin Jaya selalu menjadi prioritas. Jadi kami konsisten tiap tahun itu kami masukkan,” pungkasnya.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *