PENYIDIK KEMBALI PERIKSA SAKSI TERKAIT DUGAAN TIPU GELAP PROYEK REHAB RSUDAM

lampungviral.id, Bandar Lampung – Penyidik ​​Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Bandar Lampung akan memanggil dan melakukan pemeriksaan ulang terhadap para saksi dugaan tipu gelap proyek di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Kasatreskrim Polresta Kompol Dennis Arya Putra membenarkan, terkait perkembangan proses penyelidikan dugaan tipu gelap proyek RSUDAM, ia mengatakan SPDP sudah dikirimkan ke Kejari Bandar Lampung.

“SPDP sudah dikirim ke Kejari, untuk informasi lebih lanjut WA atau telpon Kanit Tipiter,” kata Dennis Arya Putra, Kamis (23/11).

Sementara itu Kanit Tipiter Reskrim Polresta Ipda Rahmat saat dikonfirmasi melalui sambungan ponselmengatakan bahwa penyidiknya akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lagi. “Masih mau periksa beberapa orang saksi lagi termasuk terlapor,” kata Rahmat.

Untuk diketahui kasus dugaan tipu gelap proyek RSUDAM itu dilaporkan oleh seorang kontraktor bernama Arief Budiman dengan terlapor makelar proyek berinisial DI, Kamis (17/8).

Laporan ke Polresta Bandar Lampung itu tertertuang dalam LP/B/1201/VIII/2023/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung tanggal 17 Agustus 2023 pukul 21.55 WIB.

Dalam laporan Arief Budiman menyebutkan dia melaporkan DI atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan janji pengerjaan proyek rehab bangunan RSUDAM 14 Juni 2021 sekira pukul 20.00 WIB.

Terlapor DI mengimingi korban Arief Budiman proyek rehap bagunan di RSUDAM tahun anggaran 2021-2022 dengan nilai kurang lebih Rp 3,4 miliar dan korban wajib menyetor uang senilai Rp. 700 juta.

Namun setelah korban menyetorkan uang sesuai yang diminta oleh korban yaitu Rp 700 juta dan terlapor tidak bisa dihubungi, korban mengalami kerugian Rp 700 juta dan akhirnya korban Arief Budiman melapor ke Polresta Bandar Lampung.

Dia menjelaskan berdasarkan keterangan dari klinennya, bahwa terlapor DI menjanjikan proyek kepada kliennya yaitu rehab bangunan divRSUDAM tahun anggaran 2021-2022, senilai Rp 3,4 miliar namun kliennya diminta setor uang senilai Rp700 juta.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *