JADI BANDAR NARKOTIKA, DUA PRIA DI BAKUNG UDIK DITANGKAP POLISI

lampungviral.id, Tulang Bawang – Dua pria tersangka bandar narkotika jenis sabu tak berkutik saat ditangkap polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung.

Dua orang yang ditangkap tersebut adalah Indra Pratama (26 tahun) dan Yantori (42 tahun), yang berdomisili di Desa Bakung Udik, Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pemuda tersebut adalah pengangguran.

“Kami dari Polres Tulang Bawang, pada hari Rabu (15/11/2023), sekitar Pukul 16.00 WIB, menangkap dua orang bandar narkotika jenis sabu. Mereka kami tangkap saat sedang berada di sebuah rumah di Kampung Bakung Udik,” kata Plt. Kepala Satuan Reserse Narkoba, Iptu. Andy Ruswandy, SH, MH., mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP. Jibrael Bata Awi, SIK, Jum’at (17/11/2023).

Ia mengungkapkan barang bukti (BB) yang disita polisi dari tangan dua tersangka bandar narkotika yakni 7 (tujuh) bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,96 gram.

Kemudian, dua buah sekop pipet, kotak warna hitam, plastik klip besar yang berisikan beberapa plastik klip kosong, timbangan digital, kaca pyrex yang masih terdapat sisa pakai sabu, alat hisap sabu (bong), dan telepon genggam merek Vivo warna biru.

Menurut Andy Ruswandy, penangkapan terhadap dua bandar narkotika jenis sabu merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi di wilayah Kecamatan Gedung Meneng.

dari informasi yang dihimpun aparat keplisian, bahwa sebuah rumah yang ada di Kampung Bakung Udik sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

“Kami lakukan penyelidikan. Setelah pasti rumah itu sedang ada penghuninya, Tim Satresnarkoba langsung melakukan penggerebekan. Dari dalam rumah kami tangkap dua orang tersangka dengan BB berupa narkotika, sekop pipet, serta timbangan digital,” jelasnya.

Kasat Resnarkoba menambahkan, dua tersangka bandar narkotika tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang.

Kepada keduanya, kata Andy lagi, akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” tutupnya.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *