DUKUNGAN DARI BERBAGAI PIHAK, MUHAMMAD RIDHO FICARDO SIAP JADI CALON KETUA UMUM FPTI

lampungviral.id, Uncategorized – Muhammad Ridho Ficardo terus mendapat banyak dukungan dari Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk menjadi Ketua Umum menggantikan Yenny Wahid pada Munas di Jakarta Desember 2023.

Ketua Pengprov FPTI Sumut Yerzi Amri Rinjani mendukung FPTI Riau yang mengusulkan Muhammad Ridho Ficardo sebagai Ketua Umum FPTI yang baru. Diharapkan mantan Gubernur Lampung ini dapat meningkatkan laju kenaikan tersebut melalui harapan kinerja organisasi dan pelatihan yang lebih baik.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum FPTI Sulawesi Selatan Imam Subekti dan Presiden FPTI Bali I Putu Yudi Atmika. Menurut keduanya, hingga saat ini komunikasi pusat dan daerah, khususnya di luar Pulau Jawa, belum berjalan dengan baik sehingga prestasi sulit digenjot secara maksimal.

Surat menyurat antara pengurus pusat dan pengurus daerah, misalnya, hampir selalu tersendat. Hal ini menunjukkan tata kelola organisasi belum berjalan dengan baik.

“Harus ada perubahan lebih baik di kepengurusan baru nanti agar prestasi juga semakin naik,” kata Yerzi seraya menambahkan kasus Pra-PON lalu di Semarang jangan sampai terulang.

Saat itu, katanya, Sumut dan Aceh awalnya diputuskan tak ikut Pra-PON karena jadi tuan rumah PON 2026. Namun, tiba-tiba diwajibkan ikut.

Yerzi juga mengingatkan agar pengprov-pengprov diberi kesempatan menggelar event panjat tebing tingkat nasional ataupun internasional. Ini untuk mendorong pembangunan sarana dan prasarana di daerah yang lebih berkualitas.

“Selama ini fasilitas panjat tebing jauh dari memadai. Pelaksanaan event nasional di daerah sekaligus akan membuat kami di daerah punya fasilitas panjat tebing yang memadai,” ucap Yerzi.

Penyelenggaraan event nasional di daerah juga akan menggairahkan pembinaan di daerah dan akan memunculkan bibit-bibit baru dari daerah.

Di PON 2024, pengurus baru Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga harus mempersiapkan speed world record berstandar internasional. Ini agar jika ada rekor yang tercipta di PON bisa diakui dunia.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *