PEDAGANG DITIKAM HINGGA TEWAS DI DEPAN ISTRI DI TEMPAT: PENYELIDIKAN KASUS PEMBUNUHAN DI PESAWARAN

PESAWARAN35 views

lampungviral.id, Pesawaran – Reka ulang kasus pembunuhan pedagang di Pasar Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, terungkap korban Aan Suhendar (45) tewas ditikam di lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP) oleh tersangka Firmansyah (38).

Istri Korban Aan, Kasiyatin (43) dan beberapa saksi lainnya melihat Aan tak bergerak di TKP usai ditikam Firmansyah.

Selain itu, beberapa saksi mengatakan, setelah menikam Aan, Firmansyah pergi meninggalkan Aan berlumuran darah. Tak berselang lama, Firmansyah kembali lagi memastikan bahwa Aan sudah tidak berdaya lagi.

Diduga Aan tewas di TKP. Peristiwa berdarah itu terjadi di tengah keramaian di pasar tradisional Gedong Tataan, Sabtu 11 November 2023 sekitar pukul 09.00 WIB.

Polisi kemudian menggelar rekontruksi di TKP, Selasa, 14 November 2023.

Saat reka ulang itu, Firmansyah cukup detail memeragakan puluhan adegan ia menikam Aan Suhendar.

Setelah ditikam Firmansyah, Aan terjatuh dan tak lagi bergerak di TKP, diduga tewas. Hal itu terjadi di depan istri Aan, Kasiyatin (43), dan sejumlah saksi lain.

“Korban Aan Suhendar dinyatakan tidak bergerak lagi oleh para saksi di tempat korban terjatuh, lalu pelaku meninggalkan korban sebentar kemudian kembali lagi memastikan korban sudah tidak bergerak disaksikan oleh para saksi-saksi yang lain,” ujar Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy melalui Kasatreskrim AKP Supriyanto Husin usai rekontruksi.

Menurutnya, korban Aan Suhendar meninggal dunia selain disaksikan oleh para saksi di tempat kejadian perkara, juga disaksikan langsung istri korban, Kasiyatin.

“Sepertinya begitu ya. Selain disaksikan oleh para saksi-saksi yang lain. Istri korban juga ikut menyaksikan bahwa korban sudah tidak bergerak lagi,” ujar dia.

Dikatakan, dalam rekintruksi itu Firmansyaj memperagakan 42 reka adegan ulang. Rekontruksi juga melibatkan sejumlah saksi.

Firmansyah saat rekontruksi didampingi Tim LBH Cahaya Keadilan. “Yaitu Adli, Fani Afriata, dan Deni Aditiya. Selain itu didampingi juga tim identifikasi dari Unit Resum,” kata Kasat Supriyanto.

Soal pasal yang bakal disangkakan, Kasat Supriyanto, mengungkapkan, bahwa terkait penentuan hukuman kasus pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan sehingga rincian lebih lanjut belum dapat dipastikan.

“Kita belum bisa memastikan apakah kasus ini masuk pembunuhan berencana atau tidak, karena masih tahap penyidikan, nanti pasti kita sampaikan,” katanya.

Aan saat itu tengah berdagang di pasar tradisional Gedong Tataan, Sabtu, 11 November 2023, sekitar pukul 09:00 WIB.

Tiba-tiba dia didatangi seorang pria, Firmansyah, yang muncul tampak membawa sesuatu diduga senjata tajam.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Yudha, kenyebut insiden itu terjadi tiba-tiba.

“Ya mas, jadi pelaku tersebut tiba-tiba datang dan membawa senjata tajam kemudian langsung berkelahi,” ujar dia.

Sejurus kemudian, pria itu menikam Aan. Aan terluka dan dikabarkan meninggal dunia.

Saksi menyebut jika keduanya diketahui saling kenal. “Yang kami tahu, mereka berdua itu saling kenal. Tapi gatau apa penyebabnya pelaku membabi-buta membunuh korban,” kata dia.

Motif penikaman yang menewaskan pedagang di Pesawaran diduga karena cemburu berlebihan alias cemburu buta.

“Penikaman tersebut dikarenakan pelaku cemburu buta terhadap korban yang sering menggoda istri pelaku,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja Aipda Anderson Victori mendampingi Plt Kapolsek Gedong Tataan AKP Sofyan, di hari peristiwa itu terjadi.

Saat itu, lanjutnya, terduga pelaku bermaksud menjemput istri yang juga pedagang di Pasar Gedong Tataan.

“Jadi pelaku berniat untuk menjemput istrinya yang berdagang di Pasar Tradisional Gedong Tataan,” kata dia.

Namun, setibanya di pasar pelaku melihat istrinya tengah mengobrol dengan Aan. Pelaku pun cemburu. “Pelaku khilaf dan langsung menikam korban dengan membabi-buta,” kata dia.

Usai menikam Aan, pelaku langsung berlari menuju Desa Padang Manis Kecamatan Way Lima. “Setelah pelaku merasa aman, kemudian pelaku menyerahkan diri dengan menghubungi saya selaku Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja,” ujarnya.

Keluarga korban tak terima alasan pelaku menikaman pedagang di pasar tradisional Gedong Tataan yang menyebut perselingkuhan menjadi alasan peristiwa perkelahian yang menyebabkan Aan tewas.

Istri korban Aan, Das, bahkan meminta pelaku, Firmansyah, membuktikan tudingannya yang menyebut suaminya Aan selingkuh dengan istri pelaku.

Keluarga korban meminta kepada aparat penegak hukum (APH) menjatuhkan hukuman terberat kepada pelaku Firmansyah, hukuman mati atau seumur hidup sesuai dengan perbuatannya.

“Yang pertama saya keberatan terkait pernyataan tersangka yang menyebutkan suami saya berselingkuh dengan istrinya,” kata Kas, Senin, 13 November 2023.

Menurut Kas, pihak keluarga meminta pelaku Firmasyah membuktikan tuduhannya.

“Yang pasti kalau benar selingkuh seperti keterangan pelaku kepada kepolisian, ya kami dari keluarga korban minta bukti-buktinya,” katanya

Istri korban Aan, Kas, menyebut perkelahian itu diduga dilatarbelakangi permasalahan antara pelaku Firmansyah dan korban Aan soal kekurangan pembayaran sewa dekorasi yang belum dibayar Firmansyah.

“Jadi sekitar tiga bulan yang lalu pelaku Firmansyah ini menggelar hajatan dan memakai dekorasi suami saya kemudian dalam pembayaran masih ada kekurangan hingga sekarang,” ujarnya.

Dikatakan Kas, lantaran kekurangan pembayaran dekorasi saat Firmansyah menggelar hajatan itu, Aan terus ditekan atasannya. Aan pun menagih kekurangan pembayaran dekorasi itu.

Dia menduga Firmansyah kesal lantaran terus ditagih, kemudian menikam suaminya dengan senjata tajam yang mengakibatkan suaminya meninggal dunia.

“Karena suami saya ditekan terus sama bosnya makanya ditagih kepada tersangka, kemungkinan pelaku ini dongkol ditagih terus,” katanya.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *