ANDIKA MAHESA VOKALIS KANGEN BAND, LAPORKAN INSIDEN KEKERASAN YANG DIALAMI ANAKNYA DI SEKOLAH KE MAPOLRESTA BANDAR LAMPUNG

lampungviral.id, Bandar Lampung – Vokalis Kangen Band, Andika Mahesa melaporkan insiden kekerasan verbal yang dialami anaknya di sekolah ke Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (14/11/2023).

Insiden tersebut membuat Andika geram dan memutuskan untuk mengambil langkah hukum terhadap orang tua siswa yang diduga membentak hingga mengintimidasi terhadap anaknya.

Diduga anak Andika Mahesa, MMB (7) yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar di salah satu yayasan Islam terpadu di Bandar Lampung, mengalami kekerasan verbal oleh orang tua temannya.

Insiden terjadi ketika sang anak meraih mainan milik anak teman, yang kemudian berujung pada perkataan tidak pantas dan intimidasi verbal oleh orang tua siswa yang diduga sebagai pelaku.

Andika yang tidak terima atas perlakuan tersebut memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung.

Dalam laporan polisi yang diajukannya, Andika mencantumkan inisial AR sebagai terdakwa yang diduga melakukan kekerasan verbal terhadap putranya.

Andika mengungkapkan, pasca kejadian tersebut, anaknya merasa takut dan cemas hingga mengalami demam. Sang anak bahkan harus dirawat di rumah sakit karena syok akibat intimidasi yang dialaminya.

Usai pelaporan, Andika berharap polisi bisa segera menangani kasus ini dan memberikan keadilan terhadap putranya yang masih dirawat di rumah sakit.

Andika ingin pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.

“Jadi anak saya dibentak-bentak saya tidak terima. Sekarang kondisinya syok sampai sakit. Saya percaya benar kepolisian bisa menyusut kasus ini dengan baik. Saya ikuti hukum yang berlaku,” ucap Andika, Selasa (14/11/2023).

Andika menyangkan aksi orang itu justru membentak anak kecil secara langsung. Bahkan sampai ada kalimat ancaman. “Di situ guru juga enggak berani soalnya itu (orang) bentak-bentak sampai keras. Sampai ngomong ‘saya tempeleng enggak takut orang tuanya siapa,’,” katanya lagi.

Insiden ini menunjukkan bahwa kekerasan verbal di lingkungan sekolah tidak hanya dialami oleh siswa, tetapi juga melibatkan orang tua.

 

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *