PEMPROV LAMPUNG UMUMKAN KENDARAAN MATI PAJAK MELALUI SPEAKER SPBU

lampungviral.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan memburu kendaraan yang mati pajak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kendaraan tersebut kemudian akan diberitahukan melalui pengeras suara dan dipasangi stiker.

Hal ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor: 973/4476/VI.03/2023 tanggal 19 Oktober 2023 yang ditunjukan kepada seluruh pemilik SPBU di Lampung.

Dengan begitu, kendaraan yang masih mati pajak di Lampung tidak bisa leluasa bergerak lagi.

“Sekarang kan cek pajak kendaraan itu mudah, melalui HP pun (aplikasi) sudah bisa ketahuan. Nanti yang di SPBU akan langsung kita umumkan di situ kendaraan dengan nomor polisi sekian belum membayar pajak kendaraan. Menurut saya itu sanksi sosial yang perlu juga diterapkan,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Adi Erlansyah dikutip dari detikSumbagsel, Selasa (14/11/2023).

Dari surat yang ditandatangani Sekda Lampung Fahrizal Darminto, diketahui SPBU akan mendata setiap kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar di SPBU tersebut.Jika ada kendaraan yang kedapatan mati pajak, pengumuman akan dilakukan melalui pengeras suara.

Selain itu akan ditempel stiker yang menandakan kendaraan tersebut menunggak pajak. Selengkapnya, berikut 4 poin panduan terkait pendataan kendaraan bermotor di SPBU di Lampung:

1. Petugas akan mendata kendaraan yang mengisi BBM di SPBU.

2. Bagi kendaraan yang menunggak pajak akan diumumkan melalui speaker SPBU atau pengeras suara yang di bawa oleh petugas.

3. Petugas akan melakukan pemasangan stiker pemberitahuan pajak kendaraan bermotor terhadap kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

4. Demi kelancaran hal tersebut, dimohon dukungan dan kerja sama pihak SPBU dalam pelaksanaan pendataan kendaraan bermotor tersebut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Adi Erlansyah pun membenarkan instruksi tersebut.

Dia berpendapat, pendataan kendaraan nunggak pajak di area SPBU dilakukan agar memberikan sanksi sosial, sehingga diharapkan masyarakat yang menunggak kendaraannya bisa taat membayar pajak.

“Di SPBU kan orang mengisi BBM pasti banyak antri. Nah itu nanti kita akan cek langsung, karena sekarang kan cek pajak kendaraan itu mudah, cek melalui handphone pun (aplikasi) sudah bisa ketahuan. Nanti yang di SPBU misalnya akan langsung kita umumkan di situ kendaraan dengan nomor polisi sekian belum membayar pajak kendaraan, menurut saya itu sanksi sosial yang perlu juga diterapkan,” imbuhnya.

 

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *