POLISI BERHASIL TANGKAP KOMPLOTAN PENCURI MOBIL TRUK DI LAMPUNG

lampungviral.id, Bandar Lampung- Tim gabungan Polsek Panjang dan Polsek Jati Agung berhasil menangkap komplotan pencuri truk yang kerap beroperasi di Provinsi Lampung.

Rombongan pencuri berinisial SN (37 tahun) warga Gunung Sugih Besar, WN (35 tahun) warga Jambi, JN (23 tahun) warga Lahat, Sumatera Selatan dan DS (24 tahun) warga dari Lahat., Sumatera Selatan.

Kapolsek Panjang Joni mengatakan, empat pelaku perampokan ditangkap dari lokasi berbeda.

“WN ditangkap pada Jumat 27 Oktober 2023 di wilayah Jati Agung, kemudian dilakukan pengembangan, dan petugas kembali menangkap JN (23) dan DS (24) di wilayah Panjang, Bandar Lampung, dan terakhir SN (37) ditangkap di wilayah Lampung Timur, pada hari sama Minggu 29 Oktober 2023,” katanya.

Joni menambahkan pelaku WN (34), JN (23) dan DS (24) dilakukan penahanan di Polsek Jati Agung, sedangkan SN (37) di proses di Polsek Panjang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Joni, komplotan ini sudah 4 kali melakukan aksi pencurian mobil truck di wilayah Provinsi Lampung.

“Di wilayah Panjang ada 1 TKP, di wilayah Jati Agung 2 TKP dan di Pesawaran 1 TKP, jadi sementara ada 4 TKP,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan catatan kepolisian, keempat pelaku juga merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Adapun kronologi peristiwa pencurian itu terjadi berawal pada Jumat (29/9) dini hari. Mereka mencuri 1 unit Mobil Mitsubishi Colt Diesel E 9011 VB di Kampung Batu Serampok, Srengsem Kecamatan Panjang Bandar Lampung.

Dalam aksinya tersebut, keempat pelaku mendatangi targetnya dengan menggunakan dua sepeda motor dan merusak kunci pintu dengan menggunakan kunci letter T.

“WN (34) berperan sebagai esekutor atau yang merusak kunci pintu mobil, kemudian mobil tersebut didorong sejauh kira kira sejauh 15 meter dari lokasi awal” ungkap Joni.

Menurut Joni, para pelaku ini sengaja mendorong mobil tersebut agar aksinya tidak terdengar atau diketahui oleh korban.

“Mobil dihidupkan saat ada mobil truck lain yang melintas di jalan bay pass, jadi suara mobil tertutupi dengan suara kendaraan lain yang melintas,” jelas Joni.

Lebih lanjut Joni mengungkapkan, mobil curian itu dijual oleh para pelaku kepada seseorang di wilayah Musi Banyu Asin, perbatasan Jambi dengan harga 60 juta rupiah.

“Alhamdulilah mobil berhasil kita amankan, mobil ditinggal di sebuah lahan kosong dengan bak dan casis mobil sudah dalam keadaan terpisah” ungkap Joni.

Atas perbuatannya tersebut, Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *