PATAH KAKI SAAT DIBURU POLISI, PELAKU CURAS DI METRO LAMPUNG MENINGGAL

METRO19 views

lampungviral.id, Metro – Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) modus COD yang ditangkap Tekab 308 Polres Metro pada Kamis, 2 November 2023, meninggal dunia usai menjalani operasi di RSUD Ahmad Yani Metro. Pelaku menjalani operasi karena kakinya patah saat mencoba melarikan diri dari polisi.

Berdasarkan data yang diterima, pelaku yang meninggal yakni RS, warga Desa Jakabaya II, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Ia merupakan satu dari enam pelaku sindikat curas modus COD yang ditangkap polisi beberapa waktu lalu di Jalan Garuda, Desa Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan.

Humas RSUD Ahmad Yani Rudi Metro, Rudi Yanto mengatakan RS menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 7 November 2023 pukul 06.38 WIB. Pasien dirawat selama dua hari di rumah sakit.

“Iya benar, tadi jam 06.38 WIB. Meninggalnya, karena dia menolak dipasang alat NGT. Terus sama dokter diminta tidak boleh makan dulu karena setelah operasi, tapi dia makan,” kata dia pada Selasa, 7 November 2023 di RSUD Ahmad Yani Metro.

Menurut Rudi, sebelum dilakukan tindakan operasi dokter menyarankan RS untuk berpuasa, namun anjuran atau perintah dokter tersebut tidak dilaksanakan. RS juga disebut melepas alat Nasogastric Tube (NGT) yang telah dipasang perawat.

“Suruh puasa dulu, kan habis operasi. Karena perutnya kembung itu kan kalau tidak dioperasi berbahaya kata dokter bedahnya. Setelah di operasi, NGT-nya itu dicopot sama dia, tidak mau dipasang. Terus belum boleh makan, tapi makan dia,” kata dia.

Rudi mengatakan bahwa pihak Polres Metro telah mengetahui ihwal meninggalnya RS di rumah sakit. Pihak kepolisian melalui Kapolres Metro, AKBP Heri Sulistyo Nugroho juga langsung melakukan pengecekan ke RSUD Ahmad Yani.

“Tadi jenazah dibawa pagi sekitar jam 9 pagi, dibawa ke rumahnya di Bandar Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro, AKP Suliyani belum dapat memberikan keterangan secara rinci ihwal tewasnya satu tersangka curas di RSUD Ahmad Yani Metro. Ia hanya mengatakan bahwa jenazah RS telah dibawa ke rumah duka.

“Sabar menunggu pernyataan dari rumah sakit ya. Kami mau ngomong apa kalau belum keluar dari rumah sakit, penyakitnya apa dan kenapa. Katanya sudah dibawa keluarga ke karang, tapi nanti kami tanya dulu ya prosesnya,” katanya.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *