KISAH KORBAN PENIPUAN ONLINE DI TANGGAMUS: KERUGIAN HINGGA RP 500 JUTA

TANGGAMUS48 views

lampungviral.id, Tanggamus – Maraknya penipuan online melalui media sosial telah banyak merugikan korban di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus.

Banyak orang telah kehilangan puluhan juta karena penipuan ini.

Salah satu faktor yang memudahkan terjadinya penipuan ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai modus penipuan yang sering kali menggunakan nama-nama besar online shop e-commerce.

Selain itu, penipu juga menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat sehingga membuat korbannya terjerumus ke dalam perangkapnya.

Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan melalui media sosial.

Penipu sering kali menggunakan akun palsu di platform media sosial untuk menyamar sebagai penjual barang mewah dengan harga diskon besar.

Mereka menggunakan trik promosi palsu, foto produk palsu, dan janji manis untuk memikat korban agar membayar terlebih dahulu.

Trik lain yang digunakan penipu adalah membuka program hadiah uang tunai, yang menanamkan kepercayaan pada korbannya.

Namun, pada akhirnya, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai syarat untuk mengikuti program tersebut dengan janji keuntungan besar.

“Setelah menerima uang dari korban, para penipu ini menghilang tanpa jejak. Banyak korban yang kemudian menyadari bahwa mereka telah menjadi mangsa penipuan, tetapi seringkali sudah terlambat,” kata AKBP Siswara Hadi Chandra pada Senin, 6 November 2023.

Kapolres Tanggamus memberikan nasihat kepada masyarakat agar tidak mudah terpedaya oleh iming-iming penipuan melalui media sosial yang mengatasnamakan online shop dan e-commerce.

“Logikanya kan begini. Kita tidak tahu mereka siapa di balik program online yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Jadi jangan mudah transfer uang,” ujar AKBP Siswara Hadi Chandra.

Pada tahun 2023, pihak Kepolisian Resor Tanggamus telah menerima tujuh laporan penipuan online dengan total kerugian hampir mencapai Rp 500 juta.

Mereka terus aktif menyelidiki kasus-kasus tersebut. “Korban yang melapor berasal dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga, wiraswasta, bidan, dan bahkan LSM,” jelasnya.

Kapolres kembali menekankan pentingnya kehati-hatian ketika berurusan dengan penjual online atau program online yang meminta transfer uang.

“Kehati-hatian adalah kunci, dan bersama-sama, kita dapat mengurangi risiko penipuan online yang merugikan banyak orang,” tutup Kapolres.

Masyarakat di Kabupaten Tanggamus diharapkan dapat lebih waspada dan lebih cerdas dalam menghadapi ancaman penipuan melalui media sosial demi menjaga keamanan dan keuangan mereka.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *