KETIKA DAUN SINGKONG MENJADI BENDA INCARAN PENCURI DI LAMPUNG: KISAH NYATA WARGA YANG DIJERAT HUKUM

lampungviral.id, Lampung Tengah – Gara-gara mencuri daun singkong dari kebun, seorang pria di Lampung Tengah dilaporkan ke polisi.

Pencurian diketahui bermula saat Hen, pemilik perkebunan singkong di Desa Trans Pago, Desa Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, ingin melihat beberapa tanaman singkong berumur 7 bulan di kebunnya pada hari Sabtu. (28 /10/2023) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sesampainya di kebun, Hen memergoki seorang pria paruh baya bernama Sudadi berada di kebun sedang mengambil daun singkong.

“Awalnya saya lihat ada sepeda disembunyiin di bawah sawit, ditutupi daun singkong.

Ternyata pemiliknya di ladang saya,” ujar Hen kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (29/10/2023).

Hen menegur Sudadi dengan maksud agar tidak mengambil daun singkong sembarangan.

Setelah ditilik, Sudadi sudah mengambil daun singkong hingga seperempat hektar dan sudah dimasukkan ke dalam karung.

Hen pun menduga daun singkong tersebut untuk pakan ternak.

“Emang kondisi kemarau kayak gini susah cari rumput buat ternak, makanya yang punya kebun harus sering kontrol biar nggak kecolongan,” ujarnya.

Namun, bukannya menunjukkan itikad baik, Sudadi malah mengancam Hen.

Hen mengaku diancam menggunakan sabit setelah ia menegur Sudadi.

Setelah itu Sudadi kabur dan meninggalkan Hen.

“Karena saya merasa terancam, saya coba mencarinya bersama rekan saya,” ujarnya.

Hen dan rekannya berhasil menemukan Sudadi di kebunnya hari ini, sekira pukul 12.30 WIB.

Dia langsung merebut sabit dan mengamankannya dengan maksud menghindari ancaman.

Sudadi langsung dibawa ke Polsek Padang Ratu atas ancaman yang dilakukannya kepada Hen.

Saat mediasi di kantor polisi, aparat kampung setempat beserta keluarga besar Hen turut hadir untuk menengahi perkara tersebut.

“Setelah dipikir-pikir, sebenarnya saya kasian sama Sudadi, saya tengok dia dari keluarga nggak mampu,” ujarnya.

“Setelah cerita, dia juga terpaksa mencuri karena hewan ternaknya kelaparan,” katanya.

Setelah mediasi dan berbicara dengan keluarga besar, akhirnya Hen sepakat untuk berdamai dengan Sudadi.

Dengan harapan tidak terulang lagi aksi pencurian gegara daun singkong untuk ternak.

“Kalau saya pribadi, karuan orangnya bilang langsung mau ambil daun singkong, saya ijinkan.

Daripada dia mencuri sembunyi-sembunyi dan mengancam pula,” tutupnya.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *