NASIB TUKANG BECAK BANDAR LAMPUNG DI ERA DIGITALISASI: APA YANG HARUS DILAKUKAN?

lampungviral.id, Bandar Lampung – Seiring berkembangnya teknologi, kemajuan transportasi pun semakin pesat. Khususnya di bidang jasa angkutan. Seperti yang dialami para tukang becak di Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung.

Tampak sejumlah tukang becak menunggu calon penumpang di becak mereka masing-masing. Bahkan terkadang mereka ketiduran karena penumpang tidak kunjung datang.

Seperti halnya yang dialami tukang becak bernama Pak Agus (62), pria paruh baya itu masih memilih bertahan menjadi tukang becak hingga saat ini.

“Sekarang mah penumpang susah. Sekarang mah tinggal nasibnya aja. Rezeki mah sudah ada yg ngatur.” Ujar Agus seraya menerangkan.

Ia juga menyampaikan, sepinya penumpang disebabkan transportasi atau angkutan saat ini sudah banyak salah satunya adalah ojek online. Sehingga, dirinya tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menjalani pekerjaan yang ia tekuni sejak 44 tahun yang lalu.

“Saya sudah mangkal sebelum ada angkot, sebelum ada travel, sebelum ada ojol. Meski sehari tidak dapat penumpang. Senang berkumpul dengan tukang becak lainnya. Daripada saya di rumah.” Ungkapnya jum’at (27/10/2023).

Hal senada juga dirasakan Karmanto (64), jika dirinya sudah menggeluti pekerjaan menjadi tukang becak sejak tahun 1997 silam. Saat ini penghasilnya pun sangat pas-pasan.

“per hari dapat sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000,” jelasnya.

Namun, di sisi lain mereka tetap bersyukur bahwa mereka masih dapat menjalani hidup, walaupun dengan usia yang sudah tidak produktif lagi. Kuncinya adalah bersyukur, walaupun dalam masa sulit seperti ini, mereka tetap memiliki semangat untuk terus menjalani kehidupan.

“sekarang disyukuri aja, kalau udah rezeki mah pasti ada. Yang penting mah kita sehat semua.” tandasnya.

Kegigihan tukang becak ini menggambarkan ketahanan dan semangat yang tak tergoyahkan dalam menghadapi perubahan zaman. Meskipun teknologi terus berkembang, semangat dan keberanian mereka patut diapresiasi.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *