DINAS PPPA MESUJI SEDIAKAN LAYANAN CALL CENTER BAGI KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK

MESUJI42 views

lampungviral.id, Mesuji – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Mesuji Lampung menyediakan layanan call center bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Mesuji Sripuji Hasibuan mengatakan, layanan call center Dinas PPPA Mesuji sudah terdistribusi.

“Bagi masyarakat yang mengalami ataupun melihat orang terdekat mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa segera lapor lewat call center kami,” ujarnya, Sabtu (28/10/2023).

Sripuji menyebut baik korban maupun saksi bisa menghubungi layanan pelaporan UPTD PPA 0812 7185 7372.

Dikatakan Sripuji jika saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi maupun edukasi terkait bahayanya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mesuji.

Termasuk sosialisasi layanan pengadukan UPTD PPA kepada masyarakat.

“Untuk call center di Dinas PPPA Mesuji sendiri telah kita sebar di seluruh desa yang ada di Kabupaten Mesuji,” ungkapnya.

Maka dari itu, ia menuturkan jika nomor layanan pengaduan bukan hanya ada di UPTD PPA Mesuji melainkan ada di desa juga.

“Call center itu juga telah kami sosialisasi baik secara konvensional maupun digital penyebaran pamflet,” imbuhnya.

Ditambahkan Sripuji, bagi pelapor yang ingin membuat pengaduan di call center UPTD PPA Mesuji diharapakan dapat mencantumkan identitas yang jelas.

Serta menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya.

“Dalam meminta keterangan pelapor, kami akan merahasiakan identitas dari pelapor dan melindunginya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sripuji mengungkapkan bahwa pelapor juga bisa dilakukan lewat Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang tersebar hampir di seluruh desa di Mesuji.

Serta relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang telah dibentuk di setiap desa yang ada di Kabupaten Mesuji.

“Jadi baik PATBM maupun SAPA sendiri merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak,” jelasnya.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *