POLRES TANGGAMUS MENAHAN OKNUM KEPALA PEKON ATAS DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI

TANGGAMUS37 views

lampungviral.id, Tanggamus – Polres Tanggamus menangkap SR (52), Kepala Pekon (Kakon) Sukamernah, Kecamatan Gunung Alip, Bupati Tanggamus, Provinsi Lampung, atas dugaan tindak pidana korupsi.

SR ditahan usai menjalani pemeriksaan selama hampir dua jam di Unit Reserse Kriminal Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) (Sat Reskrim) Polres Tanggamus, Kamis, 26 Oktober 2023.

Pemeriksaan terhadap SR dilakukan secara langsung oleh Kepala Unit Tipidkor Ipda Alfiyan Almasruri Ali. Saat SR sendiri dipanggil penyidik ​​Unit Tipidkor Polres Tanggamus, ia menjadi tersangka.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan mengungkapkan, kasus yang menjerat SR ini melibatkan dugaan penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pekon Sukamernah, Kecamatan Gunung Alip, Bupati Tanggamus, tahun 2021.

“Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, nilai kerugian negara akibat dugaan tindak pidana ini mencapai Rp. 472.867.306,”kata Hendra Safuan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra.

Hendra menegaskan, penahanan SR sebagai tersangka korupsi ini adalah langkah penting dalam upaya penegakan hukum dan keadilan di Kabupaten Tanggamus.

“Proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pelaku tindak pidana korupsi bertanggung jawab atas perbuatannya,” beber kasatreskrim.

Dijelaskan kasatreskrim, dugaan korupsi yang dilakukan tersangka sesuai dengan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi APBDes tahun anggaran 2021.

Surat Laporan Pemeriksaan Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Dalam Kasus Dugaan Korupsi APB Pekon Sukamernah Kecamatan Gunung Alip Badan Pengatur Tanggamus Nomor : 700/7402/19/2023, 16 Oktober 2023, antara lain sebagai tempat hasil klarifikasi Tim Audit mengenai SR sebagai pemegang hak pengelolaan Pekon

SR diduga kurang transparan dalam melakukan pengelolaan keuangan, tidak melimpahkan sebagian kewenangannya kepada aparat pekon, terutama dalam memesan dan membiayai sendiri kebutuhan bahan bangunan serta penelitian dan upah tenaga kerja pembangunan Pekon.

Selain itu, SR selaku pemegang kewenangan pengelolaan keuangan Pekon (PKPKP) menyalahgunakan kekuasaannya dengan menguasai sejumlah dana, untuk menjalankan kegiatan anggaran pendapatan dan belanja Pekon tahun 2021 Sukamernah, Gunung Alip dan Tanggamus tidak dapat dikerahkan atau dikerahkan sebagian yakni sebesar Rp 472.867.306

Rincian kegiatan sarana dan prasarana pekon sebesar Rp308.814.830, antara lain :Rehabilitasi gedung PAUD sebesar Rp25.505.000 tidak dilaksanakan, peningkatan jalan usaha tani sepanjang 1.500 meter di Dusun I dan Dusun III sebesar Rp87.416.030, hanya terlaksana masing-masing sepanjang 70 x 3 m, upah kerja dibayar secara borongan, Pembangunan TPT dan Drainase sebesar Rp148.524.000, tidak dilaksanakan, Pengadaan tong sampah sebesar Rp7.200.000 tidak dilaksanakan,

Pembangunan taman pekon sebesar Rp31.665.000 tidak dilaksanakan, Rehab kios sebesar Rp8.504.800 tidak dilaksanakan.

Selanjutnya, kegiatan Non sarana dan prasarana fisik sebesar Rp164.052.476,- terdiri dari: Bantuan langsung tunai (BLT) selama 3 bulan untuk 88 KPM sebesar Rp.79.200.000,- dan Kegiatan lain-lain sebesar Rp.84.852.476 tidak dilaksanakan.

Dalam kasus ini, tersangka SR dijerat pasal 2 ayat 1, pasal 3jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancamam minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara,”tandas Hendra Safuan.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *