KEBAKARAN RUMAH DI BANDAR LAMPUNG, BELASAN BURUNG KICAU TERPANGGANG

lampungviral.id, Bandar Lampung – Satu rumah milik Suryadi (47) warga Jalan Mayjen Sutiyoso, Gang Abdullah, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, ludes terbakar, Senin, 23 Oktober 2023, sekitar pukul 03.00 WIB. Selain melalap semua perabotan, 17 burung kicau di rumah itu juga ikut terpanggang.

Kabid Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Irman Saputra mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran rumah tersebut dari seorang warga sekitar pukul 03.14 WIB. “Mendapati laporan itu sebanyak 22 personel dan 4 unit mobil pemadam diterjunkan. Sekitar satu jam api dapat dipadamkan,” kata dia.

Irman menjelaskan akibat kebakaran rumah permanen berukuran 7 x 22 meter itu, korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. “Api juga membakar 17 ekor ternak burung kicau milik pemilik rumah pak Suryadi,” kata dia.

Dia menduga penyebab kebakaran akibat konsrleting listrik. ‚ÄúTapi saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” kata dia.

Sebelumnya, satu rumah di Jalan Yuliusman, Gang Hi. Amim, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, ludes terbakar, Selasa, 26 September 2023, sekitar pukul 16.00 WIB.

Komandan Pleton Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, M Subehi, mengatakan peristiwa itu diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi pemilik rumah mengalami kerugian materil. “Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta,” kata Subehi.

Untuk diketahui, kebakaran di Bandar Lampung mengalami kenaikan 4 kali lipat jika melihat kasus di awal Januari, dan hampir 2 kali lipat di bulan sebelumnya Agustus.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan menyebut, kasus kebakaran didominasi aktivitas membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu kebakaran lahan pada Agustus lalu mencapai 10 hektare dan di bulan September mencapai lima kali lipatnya yakni 53 hektar

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *