ATRAS MAFAZI BERI BANTUAN POMPA AIR, BAGI PARA PETANI YANG KELUHKAN KEKERINGAN DI METRO LAMPUNG

METRO50 views

lampungviral.id, Metro – Petani Kota Metro mengatakan, saat ini pertanian dan persawahan Kota Metro sedang dilanda kekeringan dan gagal panen.

Hal ini disebabkan oleh dampak El Nino dan kurangnya peralatan bagi petani untuk mengatasi kekeringan dan kegagalan panen saat ini.

Harga Karet Damar Turun, Ini Pesan Dr. Atras ke Pemerintah Setelah La Niña, El Nino Datang ke Tanah Air! Sentra Padi di Lampung Tengah Kekeringan

Dokter Atras selaku selaku Aktivis Petani Milenial turun langsung ke lapangan melihat permasalahan yang dihadapi para petani di Kota Metro.

Melalui peninjauan langsung ini, Dokter Atras merasa prihatin dan bersimpati terhadap kegagalan dan kekeringan yang menimpa para petani, dimana sawah yang mengalami kekeringan dan gagal panen dapat memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap perekonomian petani.

“Saya selaku Aktivis Petani Milenial merasakan kesedihan dan kekecewaan yang dirasakan oleh para petani di Kota Metro dimana terjadinya kekeringan dan gagal panen yang sangat disayangkan,” jar Dokter Atras, Selasa (17/10/2023).

“Namun kita tidak boleh larut dalam kesedihan sehingga saya membawakan bantuan yang dapat memberikan manfaat bagi para Petani Kota Metro,” tambahnya.

Melalui bantuan pompa air Dokter Atras melihat bahwa permasalahan tersebut bisa diatasi jika adanya alat bantu khusus bagi para petani dimana salah satu alat bantu tersebut berupa pompa air yang nantinya dapat menyalurkan dan memindahkan air dari sumber air terdekat sehingga kekeringan dan gagal panen bisa dicegah sebelum terjadi.

Dengan adanya fenomena tersebut Dokter Atras berharap dampak El Nino bisa berlalu serta adanya tindak cepat pemerintah dalam menangani kekeringan dan gagal panen yang terjadi pada petani Kota Metro. Tidak hanya itu Dokter Atras menyampaikan bahwa suara keluhan, kritik dan saran petani sangat berharga dalam keber langsungan kehidupan masyarakat yang luas dan berdaya.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *