VIRAL ! KASUS PEMBUNUHAN SADIYEM, BOS PARUT KELAPA DI BANDAR LAMPUNG

lampungviral.id, Bandar Lampung – Terdakwa Toto Sutarto divonis 10 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Sadiyem, bos parut kelapa di Bandar Lampung.

Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa (JPU), yakni 13 tahun penjara.

Putusan tersebut dibacakan Ketua Hakim Efi Yanto di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, pada Senin siang (16 Oktober 2023).

Hakim mengatakan terdakwa Toto Sutarto terbukti melanggar Pasal 338 KUHP sebagaimana tercantum dalam dakwaan kesatu subsider

Majelis hakim memutuskan terdakwa Toto Sutarto divonis bersalah atas pembunuhan korban bernama Sadiyem.

Korban Sadiyem tak lain adalah bos terdakwa di usaha parut kelapa yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Gang Bungsu, Kedaton, Bandar Lampung.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Toto Sutarto dengan pidana penjara selama 10 tahun,” ujar Ketua Majelis Hakim Efi Yanto saat membacakan putusan.

Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan putusan lantaran perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain.

Sementara, hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan kematian,” ujar hakim.

“Hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan bersikap sopan selama persidangan,” jelasnya.

Atas vonis tersebut, terdakwa Toto Sutarto yang didampingi penasihat hukumnya menyatakan menerima putusan majelis hakim.

Hal serupa juga disampaikan oleh tim jaksa penuntut umum.

“Terdakwa tadi menyampaikan sendiri menerima atas keputusan yang dijatuhkan majelis hakim,” ujar penasihat hukum terdakwa Toto Sutarto, Tarmizi seusai persidangan.

“Karena terdakwa sudah menyampaikan menerima, artinya putusan hakim sudah dianggap sesuai,” jelasnya.

Sebelumnya, Toto didakwa telah melakukan perbuatan kejahatan menghilangkan nyawa seseorang bernama Sadiyem yang tak lain merupakan bos di tempat terdakwa bekerja.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sam Ratulangi Gang Bungsu, Kedaton, Bandar Lampung, sekira pada 10 Maret 2023 lalu.

Akibat peristiwa tersebut, Korban Sadiyem tewas setelah ditikam sebanyak 7 kali oleh Toto Sutarto yang tak lain merupakan karyawan korban.

Diketahui, terdakwa Toto menusuk majikannya dengan menggunakan alat pencongkel kelapa yang terbuat dari besi hingga tewas.

Adapun Terdakwa melakukan penikaman terhadap Sadiyem, lantaran dendam karena bosnya kerap memarahinya dengan nada keras dan kasar.

Hal itu kemudian membuat Toto sakit hati dan kemarahannya sehingga ia nekat menikam bos di tempat ia bekerja.

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *