PEMPROV LAMPUNG MINTA KABUPATEN/KOTA UNTUK TETAP AWASI TITIK PANAS: UPAYA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

lampungviral.id, Bandar Lampung – Dinas Kehutanan Provinsi Lampung meminta kabupaten/kota terus memantau titik panas dan melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau di wilayahnya masing-masing.

“Selain deteksi dini (kebakaran), perlu dilakukan langkah pencegahan, kepada masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan dibakar, termasuk membuang puntung rokok di daerah rawan kebakaran,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah di Kota Bandar Lampung, Rabu.

Dia menyampaikan bahwa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan kelompok tani sudah diinstruksikan untuk menjaga lingkungan, mengawasi kawasan hutan, dan segera melakukan penanganan jika terjadi pembakaran atau kebakaran di area hutan.

Yanyan mengemukakan bahwa hingga saat ini upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dapat dijalankan dengan baik meski ada keterbatasan sumber daya dan dana.

“Untuk Lampung cenderung aman, mudah-mudahan hujan bisa segera datang, sehingga kebakaran hutan akibat kemarau segera berakhir,” katanya.

“Memang beberapa waktu lalu banyak terjadi kasus kebakaran baru, akan tetapi berdasarkan pantauan kejadian itu tidak dalam kawasan hutan,” kata dia, tanpa memberikan penjelasan terperinci.

Sejak Januari hingga Agustus 2023, terpantau sebanyak 3.948 titik api yang merupakan tanda awal terjadinya kebakaran hutan di wilayah Lampung. Secara spesifik, ditemukan 969 titik panas di kawasan hutan dan 2.979 titik panas terpantau di wilayah penggunaan lain.

Pada periode tersebut, titik api terbesar tercatat di Kabupaten Waykanan (1.064), disusul Tulang Bawang (757), Lampung Tengah (402), dan Mesuji (365).

Menurut data pemerintah, jumlah titik panas tertinggi terdeteksi antara bulan Juni dan Agustus dan terendah pada bulan Februari.

Data dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera menunjukkan, pada Januari hingga Agustus 2023, total kebakaran hutan dan lahan di provinsi Lampung mencapai 3.547 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terbesar yang tercatat terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur.

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *