KETAHUAN SIMPAN 4 SABU, PRIA PENGANGGURAN ASAL BANDAR LAMPUNG DIAMANKAN

lampungviral.id, Bandar Lampung – Seorang pria pengangguran di Bandar Lampung diringkus polisi lantaran kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu, Jumat (6/10/2023).

Adapun pelaku berinisial SA (30), ditangkap polisi dari satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung dengan barang bukti empat paket sabu siap edar.

Diketahui, SA merupakan warga Jalan Ikan Sebelah, Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

Ia tak berkutik saat polisi berhenti dan menangkapnya di sebuah rumah kontrakan pada Rabu sore (4 Oktober 2023).

Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengungkapkan, penangkapan SA (30) berdasarkan informasi masyarakat setempat.

Alasannya, masyarakat sekitar merasa tidak nyaman karena lingkungan tempat tinggalnya kerap menghadapi kecanduan narkoba.

“SA kami tangkap di sebuah rumah kontrakan, saat menunggu konsumennya atau pembeli,” Ungkap Kompol Gigih dalam keterangannya, Jumat (6/10/20203).

Menurut Kompol Gigih, saat dihentikan dan digeledah, polisi menemukan 4 paket sabu milik pelaku.

“Saat kami lakukan penggeledahan terhadap SA (38), kami menemukan 4 paket sedang disaku celana depan sebelah kanan pelaku,” jelas Kompol Gigih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SA membeli barang haram dari seseorang berinisial SP (DPO).

Lanjut Gigih, setiap paket sabu dijual pelaku seharga Rp 9 ratus ribu.

“Sabu yang telah dibeli kemudian dipecah menjadi 5 paket ukuran sedang, untuk di edarkan,” kata Kompol Gigih.

Setelah itu, pelaku membeli sabu seberat 5 gram seharga Rp 4 juta.

“Total barang bukti sabu yang berhasil kami sita yaitu seberat 3,7 gram,” ungkap Gigih.

Gigih menambahkan, selain barang bukti terkait narkoba, pihaknya juga menyita dua unit telepon seluler dan satu klip plastik putih dari pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku SA (30 tahun) dijerat Pasal 114 ayat (2) ayat 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.

Artinya, pengangguran tersebut terancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Artikel ini sebelumnyatelah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *