MENGUNGKAP JARINGAN PERDAGANGAN ILEGAL BURUNG DI LAMPUNG : 200 RIBU BURUNG SELAMAT

lampungviral.id, Bandar Lampung – Lebih dari 200 burung liar berhasil diselamatkan dari transaksi ilegal di wilayah Lampung dalam lima tahun terakhir. Provinsi Lampung merupakan daerah transit transaksi ilegal hewan yang dilindungi maupun tidak dilindungi, sebelum diselundupkan ke Pulau Jawa.

“Lampung sendiri merupakan tempat perlintasan bagi penyelundupan burung liar Sumatra ke Jawa, dimana Pelabuhan Bakauheni menjadi pintu keluar utama,” kata Direktur Eksekutif FLIGHT (Protecting Indonesia’s Birds), Marison Guciano kepada Republika.co.id di Bandar Lampung, Ahad (1/10/2023).

Marison mengatakan perburuan dan perdagangan ilegal menjadi ancaman utama terhadap populasi burung liar di Sumatera. Perdagangan satwa liar ilegal masih merajalela dari tahun 2022 hingga 2023. Hingga 30% dari 165 penyitaan satwa liar ilegal di Indonesia terjadi di provinsi Lampung. Dari jumlah tersebut, terbanyak yang disita adalah satwa burung

Berdasarkan data NGO FLIGHT, per Januari 2023, selama tahun 2022 terdapat 165 penyitaan satwa liar ilegal di Indonesia dengan jumlah 64.714 individu satwa liar hidup. Dari hasil penyitaan tersebut, sebanyak 63.756 individu jenis burung gagal diselundupkan. Sebesar 98,50 persen dari seluruh individu satwa liar hidup yang disita merupakan jenis burung.

Marison mengatakan, sepanjang tahun 2022 terjadi 50 penyitaan satwa liar ilegal di Provinsi Lampung atau 30 persen dari jumlah penyitaan di Indonesia. Dari data tersebut, tingginya angka penyitaan satwa liar hidup ilegal tersebut menunjukkan Provinsi Lampung masih menjadi tempat empuk perlintasan perdagangan satwa liar ilegal dari Sumatra ke Jawa.

Pada tahun 2023, FLIGHT memprediksi perdagangan satwa liar ilegal dari Sumatra ke Jawa akan lebih meningkat lagi, sehubungan masih tingginya permintaan satwa liar terutama jenis burung di wilayah Pulau Jawa. Saat ini, terdapat sedikitnya 200 jaringan perdagangan satwa liar mulai dari Aceh, Medan, dan transit di Lampung sebelum menyeberang ke Jawa sudah mulai mencari jalan baru.

Perwakilan BKSDA Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Sujadi telah menerima satwa liar tidak dilindungi undang undang jenis burung di Kantor SKW III Lampung BKSDA Bengkulu dari Aiptu Mei Heriyanto, petugas Satuan PJR Ditlantas Polda Lampung pada Rabu (27/9/2023).

Sebanyak 5.073 individu burung berasal dari berbagai daerah di Sumatra gagal diselundupkan ke Pulau Jawa, di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Lampung, pada Rabu (27/9/2023) malam. Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) bersama BKSDA Bengkulu dan FLIGHT (Protecting Indonesia’s Birds) menyita ribuan burung dalam kemasan tersebut.

Jenis burung yang disita yakni, kepondang, sikatan bakau, cucak janggut, sikatan rimba dadak coklat, pelatuk bawang, poksai hitam, poksai mantel, mura air, kolibri munguk loreng, gelatik batu kelabu, jalak kebo, poksai mandari, kacamata gunung/pleci, parenjak jawa, dan siri airi.

Menurut Marison, burung burung ini rencananya akan diselundupkan ke Pulau Jawa untuk memenuhi permintaan pasar-pasar burung di sana. Sebelum diselundupkan ke Jawa, kata dia, biasanya para pedagang ilegal menjadikan Provinsi Lampung sebagai tempat transit.

“Burung burung yang akan diselundupkan ini sebagian besar berasal dari luar Lampung, seperti Riau, Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Selatan,” kata Marison.

artikel ini telah terbit di sini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *