MARAKNYA UTANG PINJOL : PEMUDA DI PRINGSEWU JADI PELAKU BOBOL GERAI SMARTFREN

PRINGSEWU28 views

lampungviral.id,  Pringsewu – Lantaran terjerat utang melalui aplikasi pinjaman online (pinjol), seorang pemuda di Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, nekat membobol gerai provider Smartfren.

Namun belum sempat menjual 160 lembar vocer data internet dan menikmati uang hasil penjualan senilai Rp7,2 juta itu, pemuda dengan inisial HA sudah diamankan lebih dahulu oleh jajaran Polsek Gadingrejo.

Dengan wajah tertunduk lesu, tangan terborgol di bagian belakang dan mengenakan pakaian tahanan warna oranye bernomor punggung tiga. HA menjalani pemeriksaan di Polsek Pringsewu Kota.

Pemuda tersebut diduga mencuri voucher data internet di toko Smartfren di Jalan Jaksa, Pringsewu Barat pada Rabu, 27 September 2023 pekan lalu.

Tak butuh waktu lama, polisi hanya membutuhkan waktu tiga jam setelah distributor voucher data internet melapor untuk mengamankan HA. Pelaku mengaku beraksi sendirian dengan pencongkelan ventilasi pintu.

Sebanyak 160 voucher data di etalase senilai lebih dari 7 juta dibawa kabur. Polisi menemukan barang bukti voucher yang dicuri tersebut dititipkan kepada pacar pelaku yang bekerja di outlet BRI Link di Desa Pringsewu Utara.

“Barang curian sempat ditawarkan ke beberapa outlet penjualan voucher dengan harga murah. Namun ada beberapa toko atau warung yang tidak berani membeli, kata Kapolres Pringsewu Kota AKP Rohmadi.

HA dibawa polisi untuk diperiksa di Polres Pringsewu. Tersangka mengakui pencurian voucher data karena terdesak membayar pinjaman online dan hutang kepada temannya.

“Pelaku mengaku terpaksa melakukan pencurian tersebut, karena terjerat utang pinjol” lanjutnya.

Pelaku mencuri pada malam hari karena kantor tidak dijaga. Aksi tersebut diketahui pada keesokan hari pukul 08.00 dan dilaporkan ke polisi pada pukul 10.00 WIB. Tersangka merupakan karyawan kantor distributor voucher data tersebut.

Karena itu pelaku mengetahui seluk-beluk kantor dan leluasa beraksi dengan modus pencongkelan pintu depan. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. (*)

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *