NUKA COFFEE: MENGHADIRKAN KENIKMATAN KOPI DAN ES KRIM UBI CILEMBU DALAM SATU SAJIAN DI BANDAR LAMPUNG

lampungviral.id, BANDAR LAMPUNG – Nuka Coffee and Ice Cream ikut tren es krim di Bandar Lampung.

Toko di Bandar Lampung ini sudah menjual es krim sejak Agustus 2023.

Namun uniknya toko ini menjual es krim berbahan dasar ubi Cilembu.

Harga es krim lokal ini kurang dari Rp 20.000 per cangkir.

Pemilik Es Krim dan Kopi Nuka Nugroho Kumala Destianto mengaku tidak khawatir kalah saing dengan toko es krim nasional atau lokal lainnya.

Pasalnya es krim menghadirkan cita rasa yang nikmat dan unik.

RH Kebab dan es krim

RH Kebab dan Es Krim ikut tren es krim di Bandar Lampung.

RH Kebab dan Ice Cream bahkan ikut serta dalam food festival di Lampung City Mall, Bandar Lampung.

Dalam kunjungan Tribun sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (30/9), terlihat beberapa pembeli bergantian memesan RH Kebab dan Es Krim.

Pembelinya banyak sekali sehingga pemiliknya pun datang.

Ada pula yang membeli es krim coklat, Sundae Mesis, dan juga es krim cone.

Sri Muryani, pemilik RH Kebab dan Es Krim, mengaku menjalankan bisnisnya bersama suaminya Rudi Hartono.

RH Kebab dan Es Krim sudah berdiri sejak tahun 2016. Tahun ini mulai membuka toko di Jatimulyo, Kemiling dan Tanjung Senang.

“Sebelum membuka RH Kebab dan Es Krim, saya dan suami menjalankan usaha es krim dengan nama berbeda dari tahun 2011 hingga 2016,” kata Sri.

“Tetapi karena kami melihat persaingan bisnis es krim semakin ketat, kami berpikir tidak bisa hanya mengandalkan bisnis es krim saja, kami harus punya yang lain. Terakhir, kami membuat kebab dan hamburger. bisnis,” tambahnya.

Sri mengatakan es krim merupakan bisnis berkelanjutan. Karena semua orang menyukai es krim.

Bahkan ada yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli es krim.

Untuk memastikan hal tersebut terus berlanjut, Sri dan suaminya pun menjual es krimnya dengan harga terjangkau, paling mahal Rp 10.000.

Namun dari segi rasa, kata Sri, produk ini tidak kalah dengan merek dalam negeri.

Ada banyak variasi. Untuk itu, ia mengaku tak gentar bersaing dengan merek es krim nasional yang jumlahnya semakin banyak. Bingbou

Bingboo adalah toko es krim lain yang didirikan oleh pengusaha lokal di Lampung.

Bingboo hadir di Pusat Perbelanjaan Boemi Kedaton Bandar Lampung.

Meski es krim lokal, toko Bingboo tidak pernah sepi.

Selalu banyak anak muda yang mengantri untuk membeli es krim.

Untuk meningkatkan awareness terhadap merek lokalnya, Bingboo juga rutin berpartisipasi dalam festival makanan.

Seperti pekan ini, Bingboo mengikuti festival kuliner di Mall Kota Lampung.

Saat Tribune menyambangi booth Bingboo, Jumat (29/9), para pembeli yang sebagian besar adalah anak muda mengantri.

Dua staf terampil melayani mereka.

Selain tampilannya yang unik dan menarik menjadi daya tarik es krim Bingboo.

Pemilik Bingboo, Aghed Gunawan mengatakan: “Bingboo adalah es serut dasar dari Korea yang telah dimodifikasi rasa dan toppingnya sesuai selera lokal.

“Saya sendiri yang membuat es krim Bingboo, jadi saya jamin enaknya rasa es krim Bingboo. Apalagi es krim Bingboo terbuat dari bahan-bahan premium,” kata Aghed, Jumat (29/9).

Aghed mengatakan, pada hari biasa, es krim Bingboo bisa terjual 120 hingga 140 cup sehari.

Namun, di akhir pekan mereka bisa menjual 180 hingga 200 cangkir sehari. Ia mengaku optimistis Bingboo tidak kalah dengan es krim merek nasional.

Karena rasa yang diberikan juga tak kalah nikmat dan terjangkau. Selain itu, variasinya juga banyak.

Pemilik Bingboo, Aghed Gunawan mengatakan: “Bingboo adalah es serut dasar dari Korea yang telah dimodifikasi rasa dan toppingnya sesuai selera lokal.

“Saya sendiri yang membuat es krim Bingboo, jadi saya jamin enaknya rasa es krim Bingboo. Apalagi es krim Bingboo terbuat dari bahan-bahan premium,” kata Aghed, Jumat (29/9).

Aghed mengatakan, pada hari biasa, es krim Bingboo bisa terjual 120 hingga 140 cup sehari.

Namun, di akhir pekan mereka bisa menjual 180 hingga 200 cangkir sehari. Ia mengaku optimistis Bingboo tidak kalah dengan es krim merek nasional.

Karena rasa yang diberikan juga tak kalah nikmat dan terjangkau. Selain itu, variasinya juga banyak.

Agghed meyakini bisnis es krim tidak akan pernah mati. Karena semua orang menyukai es krim.

Karena itulah dia berani mengangkat masalah ini.

“Orang makan es krim, tidak peduli dingin atau panas, kalau suka tetap beli,” ujarnya.

Salah satu penikmat es krim, Putri Nagara, tampak rakus menyantap es krim di tangannya pada Sabtu (30/9). Dia memilih secangkir es krim coklat.

Bersama temannya, dia makan es krim secara perlahan, sesendok demi sesendok.

Es krim coklat yang disantapnya berasal dari merek lokal yang juga dikembangkan oleh pengusaha lokal di Lampung.

Putri Nagara mengatakan, rasa es krimnya tidak berbeda dengan merek nasional.

Yang paling penting katanya, udah rasa enak harga terjangkau.

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *