POLRES BANDAR LAMPUNG LAMBAT ATASI KASUS PEMBULIAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ QUR’AN

KRIMINALITAS36 views

lampungviral.id, Bandar Lampung – Viral Video aksi  Penganiayaan Anak di Salah Satu Pondok Pesantren Bandar Lampung, Korban membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Dewan Dakwah Lampung, antara korban ATR (14 tahun) dan terduga pelaku MR (17 tahun). tua) di kelas asrama ATR. Kamis 28 September 2023.

Lembaga Bantuan Hukum KUTUB Bandar Lampung yang diwakili salah satu kuasa hukum korban Andhes Tan, SH mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada 17 Agustus 2023 yang mana korban tidak segera di tangani oleh pihak Ponpes.

“Kejadian itu terjadi pada siang hari tanggal 17 Agustus 2023, namun pada malam harinya dilarikan ke rumah sakit.

“Itupun tidak dirawat tapi dipulangkan ke pesantren, kemudian pihak keluarga tidak diberitahu tentang kejadian sebenarnya,” kata pengacara korban.

Keesokan harinya, lanjut Andhes Tan. Pada 18 Agustus 2023, pihak keluarga tiba di pesantren dan menemukan ATR dalam keadaan lemah dan penuh luka lebam.

Meski mengalami luka-luka, pihak ponpes mengaku kejadian tersebut merupakan kekerasan yang dilakukan santri MRL lainnya saat memperlihatkan rekaman CCTV kepada keluarga korban.

“Iya, diketahui saat pihak keluarga mendatangi pesantren, yang saat itulah pihak pesantren mengakui kejadian sebenarnya dengan memberikan rekaman CCTV,” lanjut Andhes. Atas kejadian tersebut, keluarga korban kemudian membawa korban ke RS Abdoel Moeloek Bandara Lampung dan pihak RS menyarankan korban melapor ke polisi untuk dilakukan visum.

Dokter kemudian meminta korban dirawat di rumah sakit.

Artinya kejadian ini harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib dan mempunyai bukti laporan nomor LP/B/1204/Polresta Bandar Lampung tanggal 19 Agustus 2023. Setelah pembayaran biaya pemeriksaan jenazah di RS, dr Abdoel Moeloek bisa melakukannya. visum,” kata Andhes.

Terkait laporan yang ada saat ini, tim kuasa hukum LBH KUTUB Bandar Lampung menyayangkan pihak Polresta Bandar Lampung yang lambat dalam menangani laporan keluarga korban.

Pengacara korban menekankan: “Kesaksian dan bukti, terutama video pengawasan, telah memperkuat argumen ini.” Karena kecepatan pemrosesan file yang lambat. Tim kuasa hukum korban kecewa dengan cara penanganan laporan.

“Peristiwa ini berlangsung sangat lambat mulai tanggal 19 Agustus 2023 hingga 27 September 2023. Belum ada perkembangan, padahal dari rekaman CCTV saksi dan bukti jelas kejadian ini merupakan kasus pidana, kenapa pelakunya belum ada. ditangkap sampai saat ini, ini menjadi pertanyaan bagi kami,” kata kuasa hukum korban.

Lantaran itu kuasa hukum korban mengibaratkan kasus ATR kliennya dengan video viral kekerasan terhadap siswi SMP di Cilacap dan tindakan cepat Polres Cilacap berbeda dengan tindakan Polres Bandar Lampung, kenapa bisa berbeda dan lambat

“Kenapa kasus seperti ini bisa saya tangani dengan lambat, bahkan lebih buruk dari kejadian video penganiayaan anak yang viral di Cilacap. Polres Cilacap cepat menangkap pelakunya. “Apakah negara ini benar-benar membutuhkan penularan yang luas agar kita bisa bertindak cepat ”

 

Artikel ini sebelumnya telah terbit di sini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *