KEMBALINYA RUH KE RUMAH PADA MALAM JUMAT

RELIGI27 views

lampungviral.id, Jakarta – Ustaz Abdul Somad atau UAS menjelaskan kepulangan ruh tersebut pada malam Jumat. Sesuai ketentuan Allah SWT, setiap manusia pasti akan mati.

Ketika seseorang meninggal, tubuh dan jiwanya terpisah. Dimana pikirannya?

Lantas benarkah arwah orang yang meninggal akan pulang ke rumah pada malam Jumat?

Saat ditanya mengenai hal tersebut, Ustaz Abdul Somad menegaskan hal tersebut tidak mungkin.

“Seperti orang pulang kantor,” kata Ustaz Abdul Somad, seperti dilansir kanal YouTube resmi Ustaz Abdul Somad, Kamis (28 September 2023).

Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan, hakikat jiwa orang yang meninggal dalam ajaran Islam akan ditempatkan pada tiga kondisi.

Ustaz Abdul Somad berkata: “Roh itu ada tiga tempatnya, buka bukunya, judulnya ruh, nama penulisnya Ibnu Qayyim al Jauziyyah.

Ustaz Abdul Somad mengatakan, jiwa orang baik bersemayam di Illiyyin.

Ustaz Abdul Somad berkata: “Yang kedua, jiwa orang fasik ada di sijjin.

Sementara, untuk kondisi yang ketiga, adalah kekuasaan Allah untuk menempatkan ruh. Karena hal itu adalah mutlak kuasa Allah SWT.

Ketiga, Allah berkuasa mengendalikan jiwa, bisa kembali, jiwa bisa masuk kubur, jiwa bisa merasakan siksa kubur, jiwa bisa menjenguk peziarah, tapi kita “tidak tahu kapan”. dia akan kembali pada hari yang sama,” kata Ustaz Abdul Somad.

Lalu Ustaz Abdul Somad, menjelaskan terkait pulangnya ruh setiap malam jumat, hal tersebut bukan dari hadis Nabi melainkan dari pendapat para ulama.

“Kalau ada yang bilang ruh akan kembali pada hari Jumat, itu bukan hadis Nabi tapi pendapat ulama, ijtihad ulama,” kata Ustaz Abdul Somad.

Menurut Ustaz Abdul Somad, pendapat yang paling kuat mengenai persoalan pikiran ini kembali pada tiga kedudukan pikiran yang telah dijelaskan di awal.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan: “Tetapi ada pendapat yang kuat bahwa tempat ruh itu ada tiga, yang pertama di Illiyyin, yang kedua di tempat orang fasik di Sijjin, yang ketiga di tempat Allah SWT menempatkannya”. Ustaz Abdul Somad kemudian bercerita tentang orang yang konon kerasukan roh orang yang meninggal.

Menurut Ustaz Abdul Somad, jiwa tidak bisa dipanggil atas kemauan manusia.

Ustaz Abdul Somad berkata: Jika hal ini terjadi maka itu bukan semangat melainkan qorin yang jenius.

Ustaz Abdul Somad berkata: “Di dalam tubuhku ada seorang jenius yang menemaniku dalam hidup.

Ustaz Abdul Somad menambahkan: “Setelah kematian saya, si jenius ini hidup kembali.

Maka jika ada yang kerasukan artinya jin itulah yang masuk.

“Disangka orang saya, padahal jin,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Sebelum ke alam akhirat, ruh manusia yang meninggal dunia akan masuk ke alam barzah.

Barzah sendiri artinya sekat, antara alam dunia dan alam akhirat, dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Semua ruh manusia yang sudah ada sejak Nabi Adam AS berada di alam barzah sampai menunggu kiamat.

Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam firman berikut ini.

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ
“Kepada mereka diperlihatkan nereka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat)
‘”Masukan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras,” (QS Ghafir ayat 46).

Ketika kita meninggal, semua yang kita miliki di dunia akan ditinggal. Saat meninggal, hanya amal yang bisa kita bawa.

Oleh karenanya, sebagai Muslim yang baik, seyogyanya kita mempersiapkannya dengan baik. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah berikut ini.

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Famay ya‘mal miṡqāla żarratin khairay yarah(ū).
Artinya: ‘’Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.’’(QS Al-Zalzalah: 7).

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
Wa may ya‘mal miṡqāla żarratin syarray yarah(ū).
Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula’’ (QS Al-Zalzalah: 8)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذَ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ومن عذاب النار، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا الْمَمَاتِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, adzab neraka, cobaan hidup dan mati, dan fitnah Dajjal yang terhapus dari rahmat Allah.”
Doa itu disarankan dibaca sesaat sebelum salam saat shalat

Artikel ini sebelum nya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *