FARAH NURIZA AMELIA BERI MATERI SOIALISASI STUNTING DI LAMPUNG SELATAN

lampungviral.id,Lampung Selatan – Upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak usia dini, yakni sejak remaja, menikah, hamil, hingga anak berusia 5 tahun.
Upaya pencegahan ini penting agar bayi lahir sehat dan tidak mengalami keterlambatan tumbuh kembang.
Hal itu diungkapkan Farah Nuriza Amelia, Wakil Ketua Bidang Anak dan Anak Terlantar KNPI Provinsi Lampung di hadapan ratusan peserta saat menjadi pembicara pada acara sosialisasi anak stunting di Lampung Selatan, Selasa (26 September).
Dihadapan ratusan peserta yang hadir, Mbak Farah sapaan akrabnya mengatakan stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan anak memiliki tinggi badan atau tinggi badan di bawah standar.
“Jadi, dwarfisme belum tentu merupakan keterbelakangan.
“Tapi kalau ada keterlambatan perkembangan, pastinya hanya berumur pendek,” ujarnya.
Mbak Farah juga menyampaikan bahwa dampak stunting pada anak menyebabkan rendahnya kemampuan kognitif/intelektual, anak mudah sakit dan lambat masuk kelas.
“Dan anak-anak yang mengalami stunting mengancam masa depan negara,” katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan yang lambat tidak hanya disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada 1.
000 hari pertama kehidupan, tetapi juga karena faktor lain.
“Seperti pola asuh orang tua, dan juga karena 4T, terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu banyak,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, perlu ada upaya untuk mencegah stunting dengan cara konsumsi makanan yang mengandung protein hewani setiap hari. Seperti telor, ikan, daging sapi, daging ayam dan lain sebagainya. “Kemudian rutin melakukan penimbangan ke Posyandu, dan berikan ASI Eksklusif pada bayi 0 – 6 bulan.

ASI mengandung zat gizi lengkap dan mudah diserap dengan sempurna terutama ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan,” kata dia.

Sementara itu, pengamat sosial Ahmad Salasi yang hadir juga sebagai pemateri mengatakan, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, di mana Lamsel menjadi salah satu kabupaten prioritas lokus stunting sejak tahun 2020

“Ternyata yang didapati stunting bukan hanya terjadi pada masyarakat yang tergolong tidak cukup secara sosial ekonomi. Salah satu kendalanya adalah pemahaman dan kemauan kuat untuk menjalankan gaya hidup sehat,” katanya.

Lanjutnya, pengentasan masalah stunting dan kesehatan merupakan kunci untuk menekan ketimpangan sosial. Dan orang tua harus punya andil mengubah pola konsumsi sehat dirinya dan masyarakat seiring dengan pengembangan sektor-sektor ekonomi di lingkungannya. “Jadi jangan ekonomi tumbuh, atau pariwisata berkembang, namun orang miskin tetap banyak. Itu artinya ekonomi tidak menetes,” tukasnya. (**)

artikel ini telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *