KORBAN BEGAL DIDUGA DIMITAI DUIT OLEH POLISI, BERIKUT FAKTANYA

KRIMINALITAS41 views

lampungviral.id, KRIMINALITAS – Propam Polrestabes Bandung, Jawa Barat, disebut tengah memeriksa petugas polisi yang diduga meminta uang kepada korban perampokan. Kapolres Bandung (Kapolrestabes) Kombes Pol Budi Sartono membenarkan akan memberikan sanksi jika terbukti petugas polisi tersebut meminta uang kepada jurnalis tersebut.

Oknum polisi yang dituding meminta duit kepada korban begal itu merupakan anggota Polsek Sukasari. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ini, Kapolrestabes menyebut anggota kepolisian tersebut belum menerima uang dari pelapor. “Uangnya belum diterima. Tapi, bukan berarti dia (oknum polisi tersebut) lepas dari hukuman,” kata Kapolrestabes, Selasa (26/9/2023).

Kapolrestabes menyebut anggota Polsek Sukasari tersebut tengah diperiksa oleh Propam. Apabila terbukti meminta uang seperti yang viral di media sosial, kata dia, bisa dikenakan sanksi berat.

Sebelumnya, heboh kabar seorang perempuan yang mengaku menjadi korban begal di kawasan Jalan Setiabudi, Kota Bandung, dan dimintai duit oleh polisi saat mengurus laporan. Kabar itu disampaikan lewat media sosial TikTok, yang lantas viral.

Korban mengaku menjadi sasaran begal di sekitar area Secapa AD, Jumat malam. Setelah sepeda motornya dirampas, ia melapor kepada kepolisian. Beberapa hari kemudian, ia mengaku melihat kendaraan yang mirip dengan motornya dijual di marketplace. Kemiripan itu terlihat pada bagian motor yang lecet.

Mengetahui hal itu, korban mengaku melaporkannya kepada pihak kepolisian. Namun, kata dia, oknum polisi yang akan menindaklanjuti laporan itu meminta sejumlah uang. “Aku bilang cuma ada Rp 200 ribu, tapi disenyumin tipis yuhuu. Terus aku naikin. Ya udah Rp 500 ribu. Pak gak ada lagi saya juga ini tanggal tua,” kata dia, menirukan percakapannya dengan petugas, seperti dikutip dari media sosialnya.

Korban mengaku dimintai duit Rp 1 juta agar petugas bisa berangkat menelusuri motornya yang dibegal. Namun, korban mengaku belum mempunyai uang sebagaimana yang diminta. “Tapi, belum ganti hari, pas dicek lagi (di marketplace), ternyata sudah kejual motornya ke orang,” ujar korban.

Kepala Polsek (Kapolsek) Sukasari Kompol Darmawan membenarkan ada pelaporan itu. Ia menduga terjadi miskomunikasi antara pelapor dan petugas. “Mungkin antara penyidik dan dia (korban) itu salah komunikasi,” kata Kapolsek, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/9/2023).

Menurut Kapolsek, petugas di lapangan tidak meminta duit. Ia memperkirakan ada salah tanggap. “Kami pun tidak meminta sepeser pun sampai detik ini. Enggak minta uang sepeser pun. Mungkin salah komunikasi karena mungkin anggota ini kan tempatnya jauh, di Cihanjuang. Mungkin anggota menyampaikan jauh atau apa,” katanya.

Kapolsek mengatakan, anggotanya yang dituding meminta uang kepada korban begal itu tengah diminta klarifikasinya oleh Propam Polrestabes Bandung. “Dimintai keterangan dulu. Nanti hasilnya disampaikan lah,” kata dia.

artikel ii sebelumnya telah terbit di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *